Kamis, 16 April 2015

TUNTUTAN



Hari ini aku bertemu seorang penjual nasi goreng, usianya sekitar 50 tahun, aku tidak tau namanya, dia bercerita tentang TUNTUTAN, listrik, jalan, mobil, angkutan berat, sekema pemerintah, korupsi, kerja keras, dll.
Dia adalah mantan seorang guru honor yang hanya lulusan Sederajat SMA yang sempat tertindas harapan kosong menjadi PNS, Sekolahnya di surabaya. pekerjaannya sambilan, jual nasi goreng dan pekerja loundri pakaian (sekarang).
Dia bercerita tentang pengalaman dan kesederhanaan, dia (saat muda) adalah sopir mobil truk angkutan batubara lintas panjang antara lampung dan lahat. Pecah ban, sendiri, ngantuk, capek, preman,korupsi, jalan rusak, PU, semua di bahas dalam katagori TUNTUTAN. Ya tuntutan yang menjadi kesederhanaan baginya.
Alasan dia pindah profesi dimana saat dokter memfonis mengidap penyakit DIABETES, dia tidak tau benar atau salah fonis tersebut, nyatanya dia masih bekerja hingga jam 08.12-23.30 untuk sebuah TUNTUTAN.
Aku menghabiskan 25 menit mengobrol dengannya dan 5 menit untuk makan nasi goreng buatan nya, dalam waktu singkat itu dia sempat memberikan saran kepadaku, bahwa “perjalanan hidup seseorang harus tetap berjalan, waktu adalah hal yang utama, kehabisan waktu akan membuatmu berhenti dan tertahan oleh sebuah TUNTUTAN”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar